Selasa, 22 April 2014

#WORLD #repost


W.O.R.L.D


W:
13 Agustus 1992, menjadi hari lahirnya gadis yang jago silat ini. Ia memiliki sikap yang paling dewasa diantara kami. Sedang menempuh S1 Biologi di Universitas di sekitaran daerah PasarMinggu. Dia adalah pelopor di kampusnya, ia adalah salah satu orang yang akan menghidupkan kembali Cahaya Islam di Kampusnya. Membawa setitik cahaya diantara kegelapan, setitik cahaya yang kelak akan semakin besar hingga gelap itu benar-benar hilang dan tergantikan dengan cerahnya cahaya. Aku belajar dari dia bahwa hidup bukan sekedar kata-kata tapi juga harus konkrit!

Kami masih suka bertemu, minimal satu minggu sekali, bertatap muka saat #melingkar. Tapi akhir-akhir ini, kami sudah jarang bertemu, dia epertinya sangat sibuk dengan agenda kampusnya yang tak jarang harus membuatnya meninggalkan Jakarta sejenak. Hehe

Rujak. Satu kata ini sangat melekat dengannya, dia sangat suka rujak. Semoga aku tak salah. Sudah sangat sering aku mendengar ia berucap, “Na, pengen rujak”. Lalu, apakah bisa disimpulkan bahwa ia gadis rujak? :p

Diantara kami, sepertinya dia yang paling jagoan, menjadi guru silat adalah salah satu aktivitasnya sejak SMA. Rasa-rasanya jika kami berjalan bersama dia yang paling mengamankan kami :D
Kejadian lucu bersama W adalah tentang sejarah bersinnya. Karena dari kelas satu SMA kami sekelas dan sudah kenal, juga bersama dalam 2 organisasi sekolah, jadi aku hapal betul dengan bersinnya. Dulu, ketika dia bersin, ‘kaget sejagat’ yang mendengarnya. Hehe. Iya, ia punya bersin yang khas. Salutnya aku, sekarang ia mulai mengecil suara bersinnya, mungkin suara bersinnya sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar :D


O :
Ini dia, partner in crime. Gadis kelahiran 28 Oktober 1993 ini sudah mengenalku sejak SD! Dia suka Es batu, bukan suka tapi sangaaaat sukaaaa. Dia sedang aktif kuliah di Jurusan Asuransi Fakultas Kesehatan Masyarakat di Kampus perjuangan yang sama denganku. Gadis ini bermetamorfosis sejak menjadi Mahasiswi, siapa yang sangka gadis pendiam (?) dulu sekarang sudah sering berkali-kali ikut Aksi di Kampus?

Di awal, mengapa aku menyebutnya partner in crime? Yes. Karena kalau ada kehebohan diantara kami, lebih sering itu karena kerjaan aku dan dia, atau dia dengan U atau aku dengan U. oiya ternyata bisa disimpulkan bahwa aku, U dan O adalah partner in crime ._. mungkin karena kami 3 terbawah dalam urutan umur, iya, kami bertiga adalah yang termuda, jadi kami yang paling trouble maker~

Si O ini pernah mengaku kalau ia hanya seorang ‘rakyat jelita’, aku tak setuju, karena aku lebih jelita. Loh? Bukan-bukan itu sebenarnya maksudnya. Aku lebih setuju bahwa sekarang ia bukan sekedar rakyat jelita, tapi rakyat pilihan yang jelita. Apa bedanya rakyat biasa dan rakyat pilihan? Ayo, coba kamu tebak. Emm.. jadi menggantung gini pembahasanku.

Maaf ya O, rasa-rasanya aku yang paling merepotkan untuknya, terlebih kalau aku berbaik hati untuk menemaninya pulang dari kampus atau berangkat ke kampus. Iya, aku berbaik hati untuk duduk di jok belakang motornya. Aku menemani, agar ia tak sendiri~ haha. Bukan-bukan, baiklah aku mengaku, sebenarnya yang berbaik hati itu dia, aku saja yang beralasan baik hati, tapi maksud hati sebenarnya aku menumpang nebeng. Oke, #lupakan.

Kejadian lucu itu dulu saat M. (Madrasah Ibtidaiyah/SD), dan sampai sekarang aku masih inget lho! Ketika dulu di Bumi Perkemahan Ragunan.. ketika kamu jatuh, di sebelah kamu ada aku. Ketika kamu kesetrum di kamar mandi, di sebelah kamu ada aku. Ketika dulu di M.I, kamu jatuh saat kejar-kejaran (?), ternyata kamu jatuh gegara aku bawa pel-pel.an tapi diseret, alhasil lantai jadi licin dan kamu terjatuh.  Jadi kesimpulannya ada apa antara aku dan kamu (?)

R :
2 Maret 1993 tercatat sebagai kelahirannya. Ia sedang menempuh S1 Psikologi di kampus yang sama denganku. Calon Psikolog ini terkadang pemikirannya paling berbeda diantara yang lain, emm.. ini menurutku. Entahlah berbeda dibagian mana, tapi kadang aku merasa dia berbeda saja. Hehe

Dulu saat SMA, kelas X, aku X-2, dia X-4. Kami pertama kali mengenal ketika sama-sama berkecimpung di ROHIS. Ku pikir dulu, aku susah untuk dekat dengannya, ya mungkin hanya bisa menjadi sebatas teman. Tapi ternyata, Allah memautkan hati kita lebih dekat. Makin lama, kami semakin dekat. Semakin nyambung, ya walaupun tak jarang sering berbeda pendapat, tapi kami saling melengkapi.

Sebentar, seingatku dulu Aku dan R ini sering banget berantem (bukan jambak-jambakan rambut lho), atau minimal beradu pendapat. Sampai berujung ke pertanyaan, “Apa si Ret?”, gegara aku sebenarnya tak mengerti apa yang sebenarnya kita perdebatkan.
Diantara kami, dia yang paling up to date seputar teknologi. Dia sudah melesat tinggi disaat kami tetap saja masih polos^^

Kejadian lucu itu dulu saat masih menjadi Maba, waktu dimana kami sibuk di fakultas masing-masing dan jarang bertemu. Aku ingat, saat tiba Maghrib, aku berjalan ke MUI. Di parkiran Mobil, dari jauh aku lihat seorang yang ku kenal dan itu ternyata R! di waktu yang sama, R pun menyadari dari jauh ada aku yang sedang berjalan. Spontan kami berlari dan memanggil nama. “S S S S S S S S S S!!!” “ R R R R R R R R R R R”! oke, bisa kamu bayangkan adegan adegan di film India dimana 2 orang bertemu dari jauh, saling mendekat dengan berlari dan saling memanggil nama. Sudah membayangkan? Nah, itu persisi dengan kejadian aku dan R saat itu. Kebetulan saat itu juga Bis Kampus ku lewat, yasudahlah aku tak memikirkan ekspresi orang-orang yang ada di bis itu jika mereka melihat kami. :D
Tapi bisa jadi, si R tak ingat dengan kejadian ini~ dia sangat sibuk akhir-akhir ini~

L :
29 Juli 1993, seorang gadis lahir, L namanya. Saat ini, Biologi menjadi ruanglingkup nya sehari-hari, maklum karena memang dia anak Biologi di Kampus yang sama denganku. Sejak SMP aku mengenalnya, bahkan saat SMA, 2 tahun aku duduk sebangku dengannya. Yah begitulah, pasti dia sangat sabar duduk sebangku dengan anak sepertiku.

L ini sangat suka K-Pop sejak SMA, sangat suka Yesung dengan segala keanehannya (?) jago gambar, bukan anime, tapi lebih ke hiasan-hiasan. Dia ini tipikal pendiam, tapi kalau masalah biologi, emm.. dari dulu ini dia memang sudah memiliki kemampuan untuk mendongeng. Dongeng? Iya. Maksud sebenarnya dia sudah memiliki bakat untuk menjelaskan materi biologi kepada kami dengan cara ‘bercerita’ sehingga lebih mudah dicerna.

Si L ini pernah menjadi Ibu Keputrian di ROHIS SMA ku. Dia cukup sabar memiliki anak buah seperti aku dan lainnya. Hehe. Dia ini juga termasuk yang melesat jauh. Aku? Kembali aku katakan bahwa aku bukan apa-apa dibanding dia. Dia sempat menjadi Ibu Kabid Humas di HM Jurusannya. Kalau aku tetap saja hanya menjadi rakyat jelita (pinjam sebutannya O). Dia sudah bolak-balik naik turun Gunung. Kalau aku hanya bolak balik naik turun Bikun. Berbeda jauh bukan? Tapi tak apa, itu semua semata-mata memotivasi aku untuk melesat lebih jauh juga.

Inget Bonamana? Iya lagu Suju. Sampai hapal aku, gegara setiap hari dengar lagu itu. Aku ingat dulu praktek olahraga, kita sekelompok senam. Senam kita semua dipenuhi dengan lagu korea, iya, dulu kebetulan isi kelompok senam kita kebanyakn pecinta korea. Ingat saat ke rumah Nur? Bareng Elia? Perjuangan sangat bukan. Sampai malam-malam pulang, demi senam yang sempurna dan kita berhasiiiil! Yeay, pada akhirnya saat hari H ujian senam, kita dapet nilai bagusss. Aah senangnyaaa :’)
Emm.. sudah jarang bertemu kita, kamu apa kabar L? semoga baik-baik saja^^

D :
15 Juli 1993, ada dua orang yang lahir pada tanggal ini. D dan D. loh kok? Iya si D ini punya kembaran namanya D. si ibu Calon Perawat ini pastinya sedang aktif menjadi mahasiswi Keperawatan di kampus yang sama denganku.

Aku, tak ada apa-apa nya dibandingkan dia. Hanya sebutir debu mungkin, hehe. Aku mengenalnya sejak SMA, aku banyak belajar darinya. Sebuah perjalanan panjang yang telah ia lewati, hingga saat ini dia menjadi Mahasiswi nomor 1 di Fakultasnya. Dia si Ibu BEM^^ betapa bangga pasti dirimu ketika tahu sahabatmu menjadi orang penting di lingkungannya.

Dia ini sering banget jadi bahan candaan si O, sering banget digodain ini itu. Aku juga sering sih, habisnya si D ini lucu banget. Wajah seriusnya menipu! Haha. Semakin kamu kenal dengannya, kamu semakin tahu kalau dia punya bakat untuk menjadi pelawak. Tapi, digodain seperti apapun, si Ibu Ketua ini tetap sabaaaar sekali. Salut aku :)

Aku sarankan, kamu harus dengar ia bicara dua kata. Kata-kata apa? Dua kata itu.. “Gue” dan “Lu”. Pasti saat kamu dengar, kamu akan mengernyitkan dahi. Iya, sebenarnya si Ibu D ini, lebih biasa mengobrol dengan “Aku” dan “Kamu” sejak dulu. Makanya, telinga kami masih agak asing ketika mendengar dia berbicara dengan sapaan yang berbeda.


D, kamu ingat ketika kamu pertama kali mengendarai motor ke sekolah? Saat pulang sekolah, aku ingat, si N pada akhirnya pulang bersama kamu di Jok belakang. Lalu, kami sedikit menggoda kamu dan N dengan berkata “hati-hati ya, banyak berdo’a N~ banyak berdo’a~”. itu sangat lucu, karena kami tahu ini perdana buat kamu mengebdarai motor pulang pergi ke sekolah. Esoknya kami mendapat kabar bahwa kalian sempat terjatuh di tengah jalan, jatuh biasa namun tak parah. Lalu kami berekspresi apa? Kami malah saling melirik dan tertawa. Lebih parah lagi kami kembali menggoda kamu dengan berkata “tuh kan bener kata kita~ banyak berdo’a biar ga jatuh~” Maaf ya D, pasti kamu tahu kalau itu hanya sekedar bercanda :’D


Terima Kasih WORLD, untuk senyum-senyum tulus kalian menceriakan dunia :'D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar